Tampilkan postingan dengan label Comet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Comet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2025

56.  Akibat apakah yang terjadi dulunya diwaktu rombongan Comet mendekati Tatasurya kita

Berdasarkan Al-Qur`an surat 42 Asy-Syura ayat 5 dan beberapa ayat lain  dapatlah diketahui bahwa dulunya suatu rombongan Comet telah datang mendekati Tatasurya kita dengan rencana tepat dari Allah SWT untuk perbaikan tempat kehidupan manusia di permukaan setiap planet dalam Tatasurya ini. Comet itu melayang dekat pada status Tatasurya kita dan dengan kecepatan yang amat besar melayang terus meninggalkannya. Surya kita mengalami pengaruh besar hingga tertarik keluar statusnya bermula dalam orbitnya berkeliling Galaxy menjurus kearah garis layang yang dilalui Comet itu, tetapi tidak sampai berantukan dengan bintang-bintang lain yang juga mengalami nasib yang ssama, ditahan oleh sikap repellen atau saling bertolakan ditimbulkan oleh Rawasia Regular yang sama-sama dimilikinya. Semesta itu planet-planet yang mengorbit keliling Surya terpaksa mengikuti Surya itu ke tempatnya yang baru di angkasa luas ditimbulkan oleh Rawasia Simple yang saling bertarikan dengan Surya.

Kita dapat memahami bahwa planet-planet itu berputar disumbunya masing-masing, diputar oleh Rawasia Simple yang membujur dalam tubuhnya dari utara ke selatan. Kedua ujung Rawasia itu merupakan dua titik sudut segi tiga sama kaki dalam hubungannya dengan Surya. Sewaktu surya kita bergerak ke tempatnya yang baru, karena dipengaruhi oleh mendekatnya Comet, Rawasia semua planet itu terpaksa mengubah posisinya beberapa derajat sesuai dengan posisi Surya selaku titik sudut ketiga, maka karenanya dan disebabkan oleh hal-hal yang wajar, terbentuklah segi tiga yang senantiasa sama kaki dalam hubungan dua ujung Rawasia planet di utara dan di selatan dengan Surya selaku titik sudut ketiga.

Pada perubahan posisi rawasia setiap planet demikian, otomatis putaran (rotasi) semua planet disumbunya juga berubah sekonyong-konyong. ini berarti bahwa kutub putaran semua planet berpindah tempat, atau dengan istilah lain: utara dan selatan setiap planet itu berpindah dari tempatnya  bermula kepada  tempatnya yang baru seperti keadaannya kini. Perpindahan kutub ini dinyatakan oleh Al-qur`an surat 2 Albaqoroh ayat 148 jo. Al-Qur1an surat 11 Hud ayat 41. Pada waktu perpindahan kutub-kutub itu praktislah terjadi goncangan hebat disetiap permukaan planet maka naiklah air laut ke daratan dengan istilah "Topan Nabi Nuh". Untuk di Bumi banyak ayat suci yang dapat dikemukakan tetapi  lebih utama disebutkan pada Al-Qur`an surat 53 An-Najm ayat 54. sedangkan untuk planet Muntaha selaku planet terbesar dan terpinggir disebutkan pada Al-Qur`an surat 53 An-Najm ayat 16. Kalau kedua planet itu dinyatakan telah mengalami topan besar sekaligus maka itu berarti semua planet dalam Tatasurya kita juga telah mengalami topan yang sama, dan keterangan ini wajar saja sesudah kita mengetahui betapa susunan planet dalam Tatasurya dan mengetahui sebab musabab terjadinya topan besar itu.

Sebagai contoh marilah kita perhatikan keadaan Bumi ini waktu itu. Bumi yang kelilingnya diketahui 40.000 kilometer berputar disumbunya 360 derajat selama 23 jam 56 menit, atau diperkirakan 1665 kilometer dalam satu jam. Gerak yang secepat itu mendadak berubah arah lalu melambunglah air laut ke angkasa dan kemudian jatuh kembali ke Bumi dengan dahsyatnya, matilah seluruh makhluk yng bernafas dengan udara, kecuali yang dijamin Allah SWT keselamatannya dalam perahu Nabi Nuh. Di samping keadaan itu dijadikan hukuman bagi masyarakat manusia berdosa maka juga bertugas perbaikan permukaan setiap planet untuk kehidupan selanjtnya. 


  Baca sebelumnya


     

Kamis, 13 Juni 2013

Comet dalam daerah Semesta Raya

52. Berapakah banyaknya Comet dalam daerah semesta raya


Para ahli angkasa menyatakan Comet itu ada sejumlah 100 juta beredar dalam daerah orbit yang berbentuk ellips (bundar lonjong) keliling Surya, dikatakannya wujud benda angkasa itu terdiri dari batu, pasir, debu, es dan sebagainya. Pendapat ahli begini diketawakan dalam Al-Qur'an tersebut pada surat 25/22: "Pada hari mereka melihat Malaikat, maka tiadalah ketika itu kegembiraan bagi orang-orang berdosa dan mereka katakan (Comet) yang berbatu-batu bertumpuk" (lihatlah hubungan ayat ini pada surat 25/53}

Padahal orang telah sama mengatahui kedatangan suatu Comet yang dinamakan dengan Comet Hailey ditaksir besarnya ribuan kali Surya dan panjangnya diperkirakan 500 juta mil lk/6 kali jarak antara Surya dan Bumi. Pada bulan April th.1970 pernah pula kelihatan Comet seperti itu bergerak dari belahan selatan ke utara selama sebulan penuh menjelang subuh.

Kalau benarlah apa yang dikatakan para sarjana Barat tentang Comet, rasanya tidak perlulah kita memakai lampu di malam hari karena angkasa Tatasurya ini dipenuhi oleh 100 juta rombongan Comet yang cemerlang sebagai pantulan sinar dari Surya, sebaliknya kita tak mungkin lagi melihat sesuatu bintang karena angkasa itu  ditutupi oleh 100 juta Comet yang melayang cepat.

Dan kalau benarlah Comet itu terdiri dari abu, pasir atau es yang tersusun dari molekul seperti benda lainnya maka tentunya Comet itu  akan jatuh kepada planet atau surya seperti jatuhnya meteorites, padahal belum pernah diketahui sebuah Comet telah jatuh serperti demikian. Dan juga kalau benarlah Comet itu seperti yang disangkakan para sarjana maka haruslah dapat dijawab kenapa dia bergerak dengan kecepatan istimewa melebihi kecepatan sinar melalaui orbit yang dikatakan ellips itu. Hal apakah yang menyebabkan dia dapat mengorbit demikian?/

Orang tidak berkesempatan banyak untuk mempelajari Comet karena dia terlalu jauh dan jarang serkali kelihatan, hal ini hendaknya menjadi tantangan bagi setiap orang untuk tidak terburu-buru dalam menentukan wujud dan fungsi Comet. Satu-satunya cara yang wajar dan logis untuk persoalan itu hanyalah meneliti maksud ayat-ayat Al-Qur'an karena Kitab Suci mengandung ajaran komplit tenatang segala problem, surat 16/89 dan memang diturunkan oleh Tuhan yang menciptakan semua benda angkasa itu:

  1. Surat 37/1 s/d 37/4 menerangkan bahwa Comet itu sebanding dengan semua bintang dalam semesta Raya ini. Maka ekor Comet yang panjang sebenarnya adalah bintang-bintang atau tatasurya yang telah dibenturnya dan diseretnya.
  2. Surat 69/13 s/d 69/17 menyatakan jumlah Comet itu delapan dalam daerah semesta raya, bukan dalam tatasurya sebagai dikatakan para sarjana tadi.
Jadi kalau tadinya orang mengatakan panjang Comet Hailey ada 500 juta mil maka sebenarnya ukuran itu masih sangat kecil,sedangkan keadaan sebenarnya jauh lebih panjang dan lebih besar. Untuk memahami bahwa Comet itu bukan keluarga tatasurya, dapatlah orang mengambil pelajaran tentang Comet Kahotek pada bulan Desember 1973 yang dinyatakan keluar dari gugusan bintang lain, yaitu kelihatan dari celah-celah galaxy lain di semesta raya ini. Orang telah gagal dengan anggapannya mengatakan wujud Comet  terdiri dari pasir dan juga gagal dalam menentukan orbitnya yang dikatakan ellips, padahal sebenarnya Comet itu tanpa orbit  nyata.

baca dari awal